Buku Kontroversial Saatnya Aku Belajar Pacaran Menuai Banyak Kecaman Masyarakat

6 Februari 2015 Berita Pendidikan


Akhir-akhir ini, dunia pendidikan gempar dengan buku kontroversial berjudul "Saatnya Aku Belajar Pacaran". Berita tersebut berhasil menarik perhatian berbagai pihak tak terkecuali Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PPP Reni Marlinawati yang mengutuk keras penerbitan buku "Saatnya Aku Belajar Pacaran" yang dinilai banyak kalangan sebagai meresahkan masyarakat.

Menurut Reni, buku berjudul "Saatnya Aku Belajar Pacaran" karya Toge Aprilianto itu menganjurkan seks bebas.

Reni sungguh menyayangkan, buku yang semestinya sebagai media pencerahan justru menjadi alat propaganda ke arah negatif. Buku tersebut jelas sekali menebar keresahan masyarakat khususnya bagi para orang tua yang memiliki anak.

"Saya mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan tindakan hukum yang nyata kepada penulis dan pihak-pihak terkait dengan penerbitan buku tersebut untuk diproses secara hukum," kata dia di Jakarta, Kamis.

Reni juga menganjurkan RUU Sistem Perbukuan sebagai inisiatif Komisi X DPR RI periode 2014-2019 dan saat ini masuk program legislasi nasional (Prolegnas) 2015-2019 segera dibahas bersama-sama DPR dan pemerintah.

Sebelumnya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga sempat berkomentar akan terbitnya buku tersebut. Ketua KPAI, Asrorun Niam Sholeh mendesak penarikan buku kontroversial yang dianggapnya mengajarkan zina sejak dini.

"Dalam penelaahan buku ini, KPAI mempertimbangkan untuk melaporkan penulis dan penerbit ke polisi atas dugaan tindak pidana," kata Asrorun di Jakarta, Rabu.

Sementara itu, penulis buku "Saatnya Aku Belajar Pacaran", Toge Aprilianto telah meminta maaf melalui laman Facebook-nya.

Dia menyatakan iktikad untuk menghentikan distribusi buku miliknya dan menyiapkan uang ganti rugi bagi pembeli yang terlanjur membeli buku kontroversialnya itu jika mereka memintanya.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)