Bolos Sih, Kena Razia Deh!

19 Februari 2010 Berita Pendidikan


TANGERANG, KOMPAS.com Pemerintah Kota Tangerang merazia para pelajar yang keluyuran saat jam belajar. Dalam razia ini terjaring sekitar 50 pelajar dari empat wilayah.

Petugas yang diterjunkan dalam razia pada Rabu (17/2/2010) ini merupakan gabungan dari tiga instansi, yaitu Dinas Pendidikan dan Keterampilan, Polrestro, dan Satpol PP Kota Tangerang. Wilayah razia terbagi empat, yakni Tangerang Kota, Ciledug, Batuceper, dan Karawaci.

"Hari ini serentak di seluruh Kota Tangerang digelar razia pelajar. Kami merazia mal, sekolah, warnet, dan tempat nongkrong mereka," ucap Nina Epriantini, Pengawas Sekolah Kota Tangerang.

Tim perazia di Tangerang Kota menggaruk 18 pelajar, salah satunya pelajar SMP. Para pelajar itu tertangkap sedang nongkrong di taman depan Kompleks Pendidikan Cikokol dan yang sedang bermain game di warnet dekat kompleks tersebut.

Tim pertama kali mendatangi SMAN 1 Tangerang. Di sekolah yang letaknya berseberangan dengan Mapolresto Tangerang ini, tim tidak mendapatkan hasil. Isi tas pelajar diperiksa, tetapi tidak didapati barang yang aneh atau dianggap melanggar.

Selanjutnya, tim bergerak ke Robinson Plaza. Di sini pun tim gagal menemukan siswa yang keluyuran di mal. "Kalau mau datang harus siang hari, Pak, bukan pas baru buka. Biasanya banyak anak sekolah yang jalan-jalan di sini," ujar seorang petugas keamanan.

Tim baru mendapatkan hasil ketika mendatangi Kompleks Pendidikan Cikokol. Di taman depan kompleks itu, tim menjaring empat pelajar. Satu di antaranya pelajar SMP yang kedapatan sedang nongkrong.

"Saya tidak masuk kelas karena telat. Baru datang ke sekolah pukul 08.00, jadi tidak boleh masuk," kata Al, pelajar SMP itu.

Di dalam kompleks itu, tim mengunjungi SMK PGRI 2. Di sekolah ini, Ketua Tim, Nurdin, berpesan kepada para pelajar untuk tertib dan tidak terlibat perkelahian antarpelajar.

"Citra siswa SMK PGRI 2 harus diubah. Yang tadinya tukang berantem, menjadi anak yang rajin belajar," ujar Nurdin, yang diamini para pelajar.

Tim berhasil menangkap banyak pelajar ketika merazia warnet di dekat Kompleks Pendidikan Cikokol. Di sini didapati 14 pelajar sedang asyik bermain game.

"Ayo kalian pada keluar! Ngapain di sini, bukannya pada belajar," ucap Nurdin, yang mengagetkan para pelajar tersebut.

Sementara itu, di pusat perbelanjaan Metropolis Moderland, tim hanya menemukan tiga siswi SMP yang sedang jalan-jalan. Ketiga siswi itu akhirnya dilepaskan karena mereka mengaku sedang dalam perjalanan ke sekolah sehabis latihan olahraga.

Zaenuddin, Kepala Dinas Pendidikan dan Keterampilan Kota Tangerang, mengatakan bahwa razia seperti itu rutin dilaksanakan dengan tujuan menertibkan para pelajar. Selain itu, razia dilakukan juga untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja, seperti perkelahian penggunaan narkoba.

"Kami tidak menahan mereka, kecuali jika ditemukan adanya unsur pidana seperti membawa senjata tajam atau narkoba," ujar Zaenuddin.

sumber: kompas.com