Bingung Memilih Kurikulum, Banyak Guru di Singaraja Mengundurkan Diri

25 Desember 2014 Berita Pendidikan


Banyak pihak sekolah masih bingung untuk memilih tetap menerapkan Kurikulum 2013 atau kembali ke Kurikulum 2006. Hal tersebut banyak dialami oleh sekolah di pedesaan juga sekolah dalam kota. Seperti yang terjadi di Singaraja, Bali sampai banyak guru mengundurkan diri.

Banyak guru di kabupaten Buleleng, Singaraja yang mengundurkan diri dan memilih mencari pekerjaan lain. Hal ini disebabkan karena belum siap atau bentuk protes terhadap kebijakan pendidikan yang diterapkan.

"Guru punya tugas yang lebih dalam menerapkan Kurikulum 2013, jadi kebanyakan dari mereka mundur. Terlebih lagi, guru yang masih status mengabdi, gaji mereka kecil ditambah tugas berat, ya lebih baik mereka mundur dan mencari kerja lain," Kata Kepala Disdikpora Buleleng Wayan Lugraheni.

Atas kondisi ini, pihaknya menyarankan kepada setiap sekolah untuk segera menentukan penerapan Kurikulum, tetap menerapkan Kurikulum 2013 atau kembali ke Kurikulum 2006, sesuai dengan kemampuan guru di masing - masing sekolah.

Memang Kurikulum 2013 memiliki kelebihan tersendiri. Wayan menerangkan kelebihan tersebut terletak pada proses pembelajarannya yang menuntut siswa untuk aktif. Setiap guru pun bisa langsung mengenali sikap murid - muridnya satu per satu.

Sungguh ironis, di tengah kondisi perlunya guru pengajar ataupun bantuan, banyak guru memilih mengundurkan diri. Semoga kondisi ini tidak terjadi pada sekolah lainnya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)