Benarkah Program Sarjana Mendidik Mulai di Tinggalkan Peminatnya?

6 Agustus 2014 Berita Pendidikan


Program Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) merupakan Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah (3T) selama satu tahun. Dengan adanya program ini, sekolah-sekolah di daerah 3T yang kekurangan guru akan mendapatkan tambahan tenaga pendidik yang cukup dan berkualitas.

Tetapi kabar kurang baik datang dari Universitas Negeri Malang. Eddy Sutadji sebagai ketua SM3T di Universitas Negeri Malang menegaskan, jumlah peserta yang akan mengikuti SM3T lebih sedikit dan tidak memenuhi kuota di tahun ini.

"Program SM3T UM mendapatkan jatah 200 peserta, tapi hanya 172 yang lolos seleksi. Mereka disaring dari 700 lebih pendaftar. Namun, jumlah tersebut belum mencapai kuota yang ditetapkan dari Kemendikbud sebanyak 200 peserta. Menurut dia, jumlah pendaftar peserta SM3T lebih sedikit daripada tahun lalu, yakni 2000 peserta dan yang lolos SM3T sebanyak 380 peserta.

Sedikitnya peserta disebabkan banyak mahasiswa UM yang tidak terdaftar di Kemendikbud saat pendataan administrasi. Eddy menilai terjadi kesalahan tehnis saat proses pendaftaran. Ada empat daerah yang akan menjadi tujuan mahasiswa UM ini yakni Kabupaten Sorong Selatan, Manggarai (NTT), Sitaro, dan Talaut (Sulut). Dan sesuai jadwal akan disebar ke daerah sejak 27 Agustus nanti.

Untuk peserta yang ada di Papua akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 5 juta, lebih tinggi dari daerah lain yang hanya Rp 2,5 juta di karenakan biaya hidup di Papua lebih mahal daripada daerah lain.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari jpnn.com)