Belasan Ribu Guru Non S1 di Maluku Terancam Tidak Boleh Mengajar

6 Maret 2015 Berita Pendidikan


Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia pendidikan khususnya bagi para guru. Belasan ribu guru di Provinsi Maluku yang belum mendapatkan gelar pendidikan strata satu (S1) terancam tidak mendapatkan izin mengajar.

Ketua komisi D DPRD Maluku, Suhfi Madjid di Ambon, mengatakan bahwa dari 30.000 lebih jumlah guru di Maluku, hanya sekitar 55% yang sudah S1 dan sisanya 12.000 guru belum memiliki kualifikasi yang diatur dalam Undang-Undang nomor 43 tahun 2005 tentang guru dan dosen.

Suhfi berpendapat bahwa ada keharusan menyelesaikan tuntutan Undang-Undang yang berhubungan dengan guru dan dosen terkait peningkatan kompetensi kualifikasi dari Diploma (D1) dan D3 ke S1.

Sudah dipastikan bahwa kualifikasi para guru sampai Desember tahun 2015 itu harus S1 sehingga bagi guru yang tidak berkualifikasi S1 tidak diwajibkan untuk mengajar. Selain itu legalitas peningkatan golongan para guru akan mentok hanya pada golongan III D dan tidak bisa naik terus ke IV A.

Bila tidak bisa mengajar lagi karena persoalan strata pendidikan, maka mereka akan ditempatkan pada tenaga administratif non kependidikan atau non pengajar.

"Saya tidak tahu model yang dikembangkan di SBT ini untuk memungkinkan para guru yang belum mendapat gelar S1, tetapi di provinsi kita dorong anggarannya," paparnya.

Sementara itu, di tingkat pusat, ada insititusi bernama lembaga penjamin mutu pendidikan (LPMP) yang memiliki kewajiban untuk fungsi pengalokasian anggaran peningkatan kompetensi kualifikasi S1.

"Kami juga menyepakati untuk bertemu Menteri Pendidikan guna mengusulkan pola baru yang bisa memungkinkan guru kita itu tetap ditingkatkan kualifikasi mereka," katanya.

Sebelumnya, ada kebijakan pemerintah yang melakukan peningkatan kompetensi dan dorongan untuk guru usia 50 tahun ke atas yang tidak S1, namun hal tersebut tidak lagi diberlakukan.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)