Beberapa Sekolah di Surabaya Alami Gangguan Teknis Saat Unbk

6 April 2017 Berita Pendidikan


Beberapa SMK yang mengalami gangguan teknis itu antara lain SMK 45 Surabaya dan SMK PGRI 5 Surabaya yang mengalami gangguan server, jaringan internet tidak stabil dan listrik mati sehingga mengakibatkan satu sesi UNBK mundur dari jadwal yang telah ditetapkan.

Di SMK 45 Surabaya, sebanyak 18 siswa dalam satu ruang harus menunda pelaksanaan UNBK pada sesi pertama akibat server utama di ruang tersebut bermasalah dan tidak bisa membuka aplikasi UNBK.

"Saat buka server jam setengah 7 sebelum ujian, server di ruang 7 dan 8 tidak masalah. Tapi di ruang 9 ada masalah," kata Kepala SMK 45 Surabaya, Herru Purwanto saat ditemui di sekolahnya. "Terdapat 258 siswa yang mengikuti UNBK. Mereka terbagi ke dalam tiga ruang dan tiga sesi waktu ujian, ujarnya.

server yang ada di salah satu ruangan tersebut tidak berfungsi dengan baik, maka pihak sekolah memundurkan waktu sesi satu menjadi ke sesi dua. Sementara siswa di sesi dua pada ruang tersebut harus mundur ke sesi tiga, sesi tiga ke sesi empat.

Menurut Herru, permasalahan ini baru diketahui sebelum UNBK sesi pertama dimulai. Padahal, saat sinkronisasi pada Sabtu (1/4) lalu, server tersebut tidak masalah.

untuk mengatasi kendala ini, server utama tersebut diganti server cadangan. Kemudian ada pergeseran waktu ujian. "Saat diganti server cadangan, semua sudah tidak masalah," ujarnya.

Persoalan serupa juga terjadi di SMK PGRI 5 Surabaya. saat salah satu siswa mencoba log in ke sistem UNBK, koneksi internet sempat menurun. Dari persoalan tersebut, pihak sekolah akhirnya mencoba menggunakan tethering smartphone sebagai back up.

Kepala SMK PGRI 5 Surabaya Tria Hasbi menganggap hal tersebut suatu kewajaran dalam sebuah jaringan internet. Karena itu, di sekolahnya telah disiapkan komputer cadangan untuk client dan server.

"Kalau tiba-tiba log out lebih baik pakai server cadangan dari pada menunggu log in di komputer yang sama. Waktunya bisa lebih lama menunggu karena harus di restart," tutur nya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Dr Saiful Rachman membenarkan gangguan terjadi di sejumlah sekolah. Namun, dia menegaskan secara keseluruhan gangguan tersebut bisa ditangani. "Waktu pelaksanaan UNBK tidak terikat, kalaupun tertunda ya masih bisa dilanjut meskipun harus mundur hingga satu sesi," lanjutnya.

Menurut dia, tim help desk yang tersebar di berbagai wilayah Surabaya sudah cukup membantu. Sehingga setiap ada permasalahan di sekolah bisa segera ditangani. Walaupun siswa harus mengikuti jadwal yang molor.

"Gangguan server memang bisa saja terjadi. Ada helpdesk juga, kalau ada masalah internet down di SMK PGRI 5 juga sudah tuntas," ujarnya.

Persiapan selama sinkronisasi juga sudah berjalan lancar. Namun, masalah dalam pelaksanaan akan menjadi evaluasi dan pembelajaran berbagai pihak. Seperti di Pasuruan yang sempat listriknya mati selama 10 menit.

Oleh: Titi Indriyani
(Dikutip dari antaranews.com)