Beberapa Sekolah di Klarifikasi Karena Melakukan Pungutan Liar

17 Juli 2014 Berita Pendidikan


Berbagai modus penyimpangan masih mewarnai dalam pendaftaran siswa baru di sekolah negeri. Meskipun adanya larangan pemerintah tentang pungutan liar bagi pendaftaran siswa baru, ternyata masih ada sekolah yang bandel. Seperti yang terjadi di Tegal. Masih ada beberapa sekolah yang melakukan pungutan uang pendaftaran kepada siswa meskipun Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Pemkab Tegal telah melakukan himbauan.

Seperti yang dikatakan oleh A.Khuzaeni, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal bahwa ada 10 SMA negeri yang masih bandel dan melakukan pungutan dengan modus uang titipan. "Mereka modusnya untuk uang titipan. Tapi jumlahnya sangat besar. Mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 2 juta per siswa," lanjutya setelah melakukan klarifikasi dengan kepala SMK se-Kabupaten Tegal di ruang Komisi IV.

Lebih lanjut Khuzaeni mengungkapkan bahwa sebenarnya di setiap sekolah telah diberikan surat edaran dari Kepala Dindikpora Pemkab Tegal Edy Pramono mengenai aturan dalam penerimaan siswa baru. Salah satu syaratnya adalah bahwa calon peserta didik baru tidak dikenakan biaya apa pun. Dari 11 SMA negeri di Kabupaten Tegal, hanya 1 sekolah yang tidak melakukan pungutan saat daftar ulang, yakni SMAN 3 Slawi.

Sedangkan dari 7 SMK negeri di Kabupaten Tegal, yang tidak melakukan pungutan hanya 1 sekolah, yakni SMK Negeri 1 Slawi. Selain kedua sekolah itu, semuanya melakukan pungutan. Melihat kondisi itu, Jeni menyayangkan tindakan kepala sekolah yang tidak mengindahkan peraturan dari pemda. "Alasan mereka (kepala sekolah) banyak yang tidak masuk akal. Contoh kepala SMAN 1 Warureja. Dia (kepsek) mengaku melakukan pungutan untuk pembangunan sarana sekolah. Padahal, dana itu bisa diusulkan melalui pemkab maupun pusat," bebernya.

Di lain pihak, Adiwerna Anom Priyanto, Kepala SMKN 1 mengaku bahwa ada potongan pada saat daftar ulang sebesar Rp.1,5 juta. Tetapi uang untuk kegiatan ini bersifat sukarela. Jika ada siswa yang belum membayar tetap dapat masuk kedalam kelas.

Sementara itu Agus Budiono, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dindikpora Pemkab Tegal, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapat bersama dengan orang tua siswa dan mengatakan bahwa telah melakukan teguran terhadap sekolah yang melakukan pungutan pada saat pendaftaran. Meskipun demikian ternyata masi ada beberapa sekolah yang seperti tidak mengindahkan. Agus berharap semoga kedepannya tidak ada kejadian seperti ini lagi meskipun diakui memang tidak mudah untuk melakukan hal ini.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari jpnn.com)