Banyak Sekolah Unggulan yang di Tinggalkan Peminatnya

7 Juli 2014 Berita Pendidikan


Dalam musim ajaran baru para siswa sibuk dalam mencari sekolah unggulan yang ingin dituju. Mencari sekolah bukanlah masalah besar bagi para siswa karena ada banyak sekolah yang dapat dipilih oleh siswa/i.

Sekolah negeri masih merupakan tujuan utama bagi para orang tua murid di Bandung. Tetapi untuk tahun ini ada yang berubah dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPBD) dengan sistem online. Jika tahun- tahun sebelumnya sekolah favorit selalu ramai calon siswa yang mendaftar, maka tahun ini menurun drastis.

Hal ini disebabkan dari penerapan sistem PPDB online yang yang menerapkan pola rayonisasi dan tambahan nilai bagi siswa yang mendaftar ke sekolah yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Salah satu sekolah yang merasakan dampaknya yaitu SMA Negeri 5 di Jalan Belitung No 8, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur, Kota Bandung. Tahun ini jumlah pendaftar ke salah satu sekolah favorit di Kota Kembang ini mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Sebagai perbandingan, pada tahun ajaran lalu sekolah ini menerima pendaftaran calon siswa sebanyak 500 orang dengan daya tampung sekolah 320 siswa. Sedangka untuk tahun ajaran 2014-2015, jumlah calon siswa yang mendaftar sebanyak 343 orang dengan daya tampung sekolah sebanyak 356 siswa. Penurunan jumlah pendaftar ini diakui oleh Soni Sugriwa, salah seorang panitia PPDB di SMAN 5.

Begitu juga yang dialami oleh sekolah SMPN 2 di Jalan Sumatra. Jika tahun sebelumnya banyak calon siswa yang berminat mendaftar di sekolah ini, namun tahun ini menurun drastis. Dari jumlah pendaftar sebanyak 800 siswa turun menjadi sekitar 300 siswa saja untuk tahun ini. Seperti yang diungkapkan oleh Nandi Supriadi, Kepala SMPN, "Tahun ini jumlah pendaftarnya sangat berkurang. Sekarang pendaftar SMP berpencar ke sejumlah sekolah lain".

Di lain pihak, sistem pendaftaran PPDB online mendapatkan apresiasi dari orangtua siswa. Budi Supriatman, warga Bumi Asri, Padasuka, Kota Bandung, mengatakan bahwa dengan diterapkannya sistem ini dapat mengeleminasi penyelewenangan dalam proses PPDB. Pasalnya, mulai dari pendaftaran hingga penentuan siapa yang diterima dilakukan secara transparan melalui sistem yang jelas.

Budi melanjutkan bahwa sistem ini masih banyak kelemahan yang harus diperbaiki. Misalnya pada tataran teknis, saat mengakses pendaftaran secara untuk mengetahui jumlah pendaftar, masih kesulitan menggunakan perangkat sendiri. Tetapi Budi memaklumi kendala tekhnis yang terjadi karena penerapan sistem pendaftaran online ini baru pertama kali diterapkan. Dia berharap di tahun-tahun berikutnya akan semakin membaik.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari republika..co.id)