Berita Pendidikan
2 September 2009

Bantuan Siswa Lambat

Bantuan biaya operasional pendidikan kepada siswa miskin di Sumatera Utara tersendat di kabupaten dan kota. Dana senilai Rp 52,5 miliar ini belum bisa dicairkan lantaran belum ada petunjuk teknis pencairan. Masyarakat diminta memantau pencairan dana ini.

Kami tidak ingin pencarian ini menjadi masalah di lapangan. Dana memang sudah kami kucurkan, tetapi kami baru menyelesaikan petunjuk teknis pencarian, tutur Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Sumatera Utara Edward Sinaga, Selasa (1/9) di Medan.

Edward mengatakan, petunjuk teknis itulah yang akan dikirim ke masing-masing daerah. Dia berharap dalam minggu ini dana bantuan siswa miskin ini bisa dicairkan di seluruh daerah penerima. Kami meminta bantuan masyarakat luas untuk ikut memantau pemakaian dana ini, katanya.

Dana bantuan pribadi siswa miskin diberikan kepada 107.660 siswa. Mereka yang berhak menerimanya adalah siswa sekolah dasar (SD), siswa sekolah menengah pertama (SMP), siswa sekolah menengah atas (SMA), dan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Adapun jumlah bantuan itu senilai Rp 360.000 per siswa SD per tahun, Rp 560.000 untuk siswa SMP per tahun, dan Rp 780.000 untuk siswa SMA dan SMK per tahun. Bantuan ini berlaku untuk siswa di sekolah negeri dan swasta.

Bantuan ini diberikan untuk membantu keperluan siswa dalam memenuhi kebutuhan transportasi dan peralatan sekolah, kata Edward. Adapun kriteria siswa miskin yang berhak mendapat bantuan mesti memiliki surat keterangan miskin dari kantor kelurahan.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan Mutsyuhito Solin mengatakan, pencairan dana ini harus mendapat pengawasan. Semestinya, legislatif mengawasi pencarian dana ini sehingga mereka yang berhak menerima bisa cepat memanfaatkannya. Pencairan dana ini, katanya, harus segera dilakukan karena menjelang akhir tahun. Jika tidak terpakai, dana akan kembali ke kas daerah.

Adanya bantuan siswa miskin ini menambah deretan bantuan di sektor pendidikan. Mestinya, tutur Solin, bantuan ini bisa memberi dampak pada peningkatan mutu pendidikan. Selain kepada siswa, bantuan juga diberikan untuk guru dan sekolah.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Sumut, pemerintah daerah belum memberi sumbangan bantuan siswa miskin. Dana bantuan siswa miskin ini hanya datang dari provinsi. (NDY)

Sumber: Kompas Cetak (kompas.com)

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris