Bangkitkan Budaya Mendongeng pada Gerakan Nasional Indonesia Mendongeng!

28 Oktober 2014 Berita Pendidikan


Di masa sekarang, banyak sekali yang ketergantungan akan gadget. Pengguna gadget dari dewasa sampai anak - anak. Karena era gadget tersebut, sudah jarang sekali orang tua mendongeng untuk anaknya. Padahal dongeng merupakan salah satu budaya bangsa Indonesia.

Akhir - akhir ini juga sedang maraknya kasus kekerasan, dari orang tua pada anaknya hingga kekerasan antar murid di sekolah. Hal ini bisa disebabkan karena kkurangnya budaya mendongeng. Sebab dengan mendongeng dapat memasukkan budi pekerti dengan mudah kepada anak - anak tanpa memaksa.

Maka dari itu, Dewan Pengurus Nasional (DPN) Forum Pemuda Pelopor menggagaskan event Gerakan Nasional Indonesia Mendongeng. Penggelaran event ini bertujuan untuk menjadi saran penyampaian pesan moral dan sebagai metode pendidikan bagi anak usia dini.

Gerakan Nasional Indonesia mendongeng ini diselanggarakan diPusat Perfilman H. Usmar Ismail Kuningan Jakarta. Pada acara tersebut hadir tokoh pendidikan anak, Seto Mulyadi, Kusumo Priyono yang dikenal sebagai Raja Dongeng, Bagus Hariyanto selaku Ketua Harian DPN Forum Pemuda Pelopor, serta pengurus lainnya.

Pada bulan November mendatang, pihak penyelenggara gerakan ini akann mulai mengadakan audisi ke daerah - daerah untuk mencari pendongeng bertalenta yang berusia 17 - 40 tahun. Salah satu target sasarannya adalah para orang tua. Gerakan ini akan dikemas seperti tayangan pencarian bakat di televisi, dimana akan ada pemilihan Raja atau Ratu dongeng.

Audisi yang diadakan di setiap daerah akan diambil dua orang perwakilan sehingga terdapat 68 perwakilan dari 34 provinsi. Dari 68 perwakilan tersebut akan diseleksi kembali dan dipilih 24 orang untuk mengikuti audisi nasional pada April mendatang.

Seto Mulyadi, atau yang biasa dipanggil Kak Seto, sangat mendukung acara ini untuk membudayakan mendongeng sebagai seni tutur yang baik untuk mendidik anak. Mendongeng juga dapat menjadi pengganti televisi yang saat ini hanya memiliki siaran pendidikan kurang dari satu persen.

Sementara Kak Kusumo mengatakan Gerakan Nasional Indonesia Mendongeng merupakan awal dari sejarah baru di era pemerintah baru yang diharapkan dapat membangkitkan budaya dongeng yang kian meluntur.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)