Berita Pendidikan
12 Oktober 2010

Bahasa Mandarin Masuk Kurikulum

Makassar - Sejumlah tokoh Tionghoa Makassar meminta pemerintah untuk memasukkan pelajaran Bahasa Mandarin ke dalam kurikulum resmi sekolah. Sebagaimana Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin telah menjadi bahasa dunia.
Demikian terungkap dalam talkshow yang digelar majalah Pecinan Terkini bekerja sama Radio Suara Celebes FM Makassardi salah Warung Kopi Hae Hong, warung kopi tertua di Makassar, Minggu (10/10).

Talk show yang bertema Budaya Tradisional di Tengah Modernisme dan Bahasa Mandarin Menuju Peragaulan Dunia. Pembicara adalah Ketua Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Makassar, Sulawesi selatan, Yonsi Lolo dan Moeh David Aritanto dari Tribun Timur. Berlaku sebagai moderator Saifuddin Bachrum.

Dalam siaran live ini hadir Ketua Yayasan Sosial Budi Luhur Alexander Yaury, Ketua Wanita Theravada Indonesia (Wandai) Sulawesi selatan Herlina, Pembina Keluarga Buddhis Brahmavihara Miguel Dharmadji, Prof Hamka Haq, seniman AM Mochtar, dan Asmin Amin.

Dalam live ini, Yonsi memaparkan melihat perkembangan keadaan perekonomian, di mana China sudah berada di posisi di atas dari Eropa. Maka bahasa Mandarin telah menjadi bahasa kebutuhan pada peringkat kedua di dunia.

Untuk itu diperlukan satu metode untuk mengejar dan memacu agar anak bangsa Indonesia tidak ketinggalan terlalu jauh ke depan pada perdagangan dan persaigan global.

Metode itu adalah penjabaran bahasa Mandarin yang dimasukan sebagai salah satu mata pelajaran kurikulum sekolah. Seperti bahasa Inggris.(mda)

Ada yang Lanjut, Ada yang Berhenti
KETUA Badan Kordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPBM) Makassar, Sulawesi selatan, Yonsi Lolo, mengatakan, dari Kementerian Pendidikan Nasional sudah lama ada upaya dan tanggapan untuk memasukan bahasa Mandarin sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah.

"Seperti kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Prof Fasli Djalal, dalam sambutannya pada workshop Peranan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Pembelajaran Bahasa Mandarin di Sekolah pada Mei lalu," katanya.

Menurut Yonsi, di Makassar sudah ada beberapa sekolah negeri dan swasta yang memasukkan Bahasa Mandarin sebagai salah satu mata pelajaran wajib.

Sekolah-sekolah itu di antaranya SD Negeri IKIP, SD Negeri Sudirman, SMU HOS Cokroaminoto, dan Akademi Keperawatan Famika Gowa, yang sudah berjalan enam tahun ini. "Tetapi ada juga sekolah yang mata pelajaran Bahasa Mandarinnya cuma berjalan sekitar satu tahun, lalu berhenti entah kenapa," katanya lagi.

Sekolah-sekolah telah berhenti seperti, SMA Negeri 1 Makassar, SD Negeri Sangir, dan SD Negeri Timor. Yonsi menambahkan, ada bahkan ada beberapa sekolah yang memiliki ujian Bahasa Mandarin yang dikoordinir langsung oleh BKPBM Makassar.

Sumber: tribun-timur.com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris