Ayoo... Dukung Tim Indonesia di Kanada!

18 Agustus 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Alham Fikri Aji (SMA Negeri 1, Depok), Ashar Fuadi (SMA Negeri 1, Bogor), Christianto Handojo (SMA Kanisius, Jakarta), dan Harta Wijaya (SMA St. Thomas, Medan) adalah empat siswa terbaik Indonesia yang tahun ini telah terpilih dalam Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) 2010. Mereka akan berlaga di International Olympiad in Informatics ke-22 pada tanggal 14-21 Agustus 2010 di Waterloo, Kanada.

Sebelumnya, keempat siswa tersebut telah melalui rangkaian perjuangan yang ketat. Mereka berhasil menyisihkan ribuan peserta tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Dalam setiap pelatnas, mereka pun harus menyisihkan peserta pelatnas lainnya untuk memilih 30 siswa.

Setelah itu, mereka disaring kembali menjadi 16 peserta untuk mengikuti pelatnas II untuk memilih 8 peserta. Terakhir, peserta diseleksi pada pelatnas III untuk disaring menjadi 4 siswa yang akan diberangkatkan ke Kanada. Selain itu, peserta juga diberikan materi dari beberapa olimpiade regional/online, antara lain BOI (Baltic Olympiad in Infromatics) 2010, USACO, CEOI, dan APIO (Asian-Pacific Informatics Olympiad) 2010.

Christianto, salah seorang anggota tim, mengatakan, IOI 2010 kali ini akan menjadi kesempatan kedua baginya. Tahun lalu, ia berlaga di IOI 2009, namun belum berhasil memperoleh medali. Sementara bagi ketiga peserta lainnya, IOI 2010 akan menjadi kesempatan pertama bertarung di ajang internasional.

Christianto menuturkan, untuk mengasah keterampilan dan membiasakan para anggota tim dalam susasana kompetisi yang ketat, selama kegiatan pembinaan, para peserta juga dihadapkan dengan beberapa olimpiade regional, antara lain Baltic Olympiad in Informatics dan Asia-Pacific Informatics Olympiad.

Pada APIO 2010, tiga dari empat putra terbaik TOKI 2010 memperoleh medali perunggu. Mereka antara lain Harta, Ashar, dan Chris, sedangkan Aji belum berhasil menyumbangkan medali. Selain mereka, Arief Setiawan yang merupakan salah satu dari peserta pelatnas pun berhasil menyumbangkan satu medali perunggu.

Direktur Pembinaan SMA-Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional, Dr Sungkowo M, kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (16/8/2010) mengatakan, para siswa sudah diberikan motivasi untuk tidak takut menghadapi lawan yang merupakan para pelajar dari 85 negara-negara maju.

"Ilmu komputer merupakan ilmu untuk adu strategi dan kebiasaan dalam memecahkan masalah. Untuk itu, mereka harus siap saat berkompetisi, termasuk siap dalam materi, mental, serta tubuh yang sehat," ujarnya.

Sungkowo mengatakan, ilmu komputer semakin didalami semakin rumit dan semakin banyak yang harus diketahui. Dengan demikian, diperlukan inovasi, terutama dalam menghadapi lawan di ajang olimpiade di Kanada.

"Kita punya patron saat menghadapi lawan, karena telah tiga kali mengikuti olimpiade. Patron itu akan mereka jadikan acuan, meski seluruhnya belum tentu benar. Pada akhirnya, memang mental yang harus kuat, harus ngotot," lanjut Sungkowo.

sumber: kompas.com