Ayo, Berkunjung ke Rumah Pintar!

22 September 2011 Berita Pendidikan


JAKARTA - Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) mengalihkan fokus program Indonesia Pintar dari Motor Pintar ke Rumah Pintar. Alasannya, di sejumlah daerah, Motor Pintar telah beralih fungsi.

"Di Papua, motor dipreteli, kotaknya dijadikan tempat ikan. Kami prihatin dengan hal ini. Karena itu, kami fokus di Rumah Pintar dulu. Walau permintaan banyak dari motor dan mobil," kata Koordinator Rumah Pintar Laily Mohammad Nuh di acara penyerahan sumbangan piano digital oleh SIKIB untuk Rumah Pintar di kantor SIKIB, Jakarta, Rabu (21/9/2011).

Laily menjelaskan, program Indonesia Pintar memiliki beberapa fasilitas berupa Mobil Pintar, Motor Pintar, Kapal Pintar, dan Rumah Pintar. Semua fasilitas tersebut dimaksudkan untuk pendidikan nonformal bagi anak-anak usia 4 hingga 15 tahun. Menurut Laily, kini pendidikan usia dini pun sudah bisa dilakukan di Rumah Pintar.

"Di Rumah Pintar ada tema yang diangkat oleh tutor. Dalam satu paketnya itu untuk enam bulan, setelah itu bisa diamati perubahan perilaku dari anak yang belajar," kata Laily.

Saat ini, sudah ada 255 Rumah Pintar di seluruh Indonesia. Rencananya, pada 2011 ini akan ada penambahan Rumah Pintar yang berasal dari berbagai pihak, mulai dari Kemdiknas, yayasan, dan pihak swasta.

Laily mengatakan, Rumah Pintar menerapkan konsep yang telah diberikan oleh Indonesia Pintar, termasuk tutor yang telah dilatih sebelumnya. Namun, masing-masing Rumah Pintar tetap menyesuaikan potensi di daerahnya.

Misalnya, Rumah Pintar yang ada di Ocean Dream Samudra (ODS), Ancol. Menurut Sekdit Rekreasi PT Pembangunan Jaya Ancol Harwanto, Rumah Pintar di ODS berfokus edukasi mengenai kehidupan laut.

"ODS yang kita dorong adalah edutainment, bagaimana ODS menjadi tempat anak-anak berwisata, tetapi juga belajar. Kalau dilihat dari kunjungan, 20 persen kunjungan individu masuk ke Rumah Pintar. Kalau rombongan malah arrange khusus untuk membuat visit ke Rumah Pintar karena ada lembar karya siswa yang harus diisi dan nanti dibimbing oleh pembina dari kita," tuturnya.

Sementara itu, Rumah Pintar yang terdapat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Pria di Tangerang memfokuskan diri pada kreasi. Petugas Bagian Pembinaan Lapas Anak Pria Tangerang Bagus Sumartono mengungkapkan, Rumah Pintar di Lapas tersebut memberikan pelatihan keterampilan, seperti pembuatan batik, sablon, sampai aksesori.

" Di Lapas anak ada kegiatan yang berhubungan dengan kepribadian dan kemandrian. Kepribadian adalah sekolah yang ada di Lapas tingkat SD sampai SMU. Kemandiriaan itu ya pelatihan keterampilan di Rumah Pintar. Ini jadi pembekalan mereka saat nanti keluar," ujarnya.

Bagus mengungkapkan, dari 370 anak yang berada di Lapas tersebut, ada 40-60 anak yang dilibatkan di Rumah Pintar. Menurut dia, tidak semua anak ikut dalam Rumah Pintar karena dilihat dari minat dan bakatnya.

"Kalau anak itu tidak ada minat, tidak akan kami masukan di Rumah Pintar. Banyak yang setelah keluar dari Lapas mereka melanjutkan keterampilan yang telah didapatnya itu," kata Bagus.

Sumber: kompas.com