Asyik, Dana Bantuan Siswa Miskin Ditambah Rp 1 Miliar

26 Agustus 2014 Berita Pendidikan


Untuk mencegah terjadinya anak putus sekolah yang disebabkan faktor ketidakmampuan ekonomi dan sekaligus menarik anak usia sekolah yang tidak sekolah agar masuk sekolah serta dalam rangka pemberian akses yang lebih besar kepada kelompok masyarakat yang selama ini kurang terjangkau oleh pendidikan. Dana Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) untuk siswa SMA sederajat ditambah Rp 1 miliar.

Dari semula dana yang dialokasikan oleh Dinas Pendidikan sebesar Rp 5,4 miliar, Sehingga total anggaran untuk BKSM sebesar Rp 6,4 miliar. Hal tersebut tidak terlepas dari masih banyaknya siswa SMA yang belum mendapatkan BKSM.

Karena siswa tingkat SMA masih banyak anak-anak yang kurang mampu, jadi dana bantuan di tambahkan menjadi 1 milyar. Pasalnya "Ini demi kepentingan pendidikan anak, makanya pemerintah menambah anggarannya seperti dikatakan oleh Zubaidah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Jawa Timur.

Dalam proses pendataan, jika dihitung secara kasar nominal setiap siswa akan mendapatkan sebesar Rp. 65 ribu selama empat bulan. Artinya dana Rp 5,4 miliar itu dapat membantu sekitar 7000 siswa. Sementara dana tambahan sebesar Rp.1 miliar lewat PAK, kata dia, bisa menjangkau sekitar 3800 siswa. Artinya, selama tahun 2014 nanti ada sekitar 10800 siswa yang bakal merasakan bantuan medio September-Desember itu.

Dalam artian, jelas dia, selama empat bulan akan mendapatkan subsidi Rp.260 siswa."Tidak lantas bantuannya selama satu tahun, semoga tahun depan anggarannya lebih besar sehingga dapat menjangkau kebutuhan siswa setahun,"jelasnya. Lantas teknis penyaluran bantuan tersebut seperti apa? Dana BKSM langsung dicairkan dar kas daerah (kasda) ke setiap sekolah. Baru kemudian sekolah yang memberikan dan mencairkan ke masing-masing siswa. Kendati demikian, Dinas Pendidikan akan tetap mengawasi dan memantau penyaluran dana BKSM terhadap siswa. "Kami harap tidak ada penyimpangan dari sekolah, jika hal itu terjadi ada sanksi berat bagi kepala sekolah,"tegasnya.

Oleh karena itu, selain mendapat bantuan para siswa kurang mampu juga bisa gratis biaya Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP)."Masih didata siswanya, tapi untuk proses gratis itu ada di sekolah. Dan isi perwali jelas untuk memberi keringan bagi siswa miskin tandas dia.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari jpnn.com)