Apresiasi kepada Seorang Pelukis Penderita Disorientasi Mental di Pasar Seni ITB

3 Desember 2014 Berita Pendidikan


Pak Wi, 51 tahun, begitu akrab sapanya. Pria pemilik nama lengkap Dwi Putro ini merupakan pelukis disorientasi mental yang unjuk karya serta mendapat apresiasi pengunjung Pasar Seni ITB 2014.

Walaupun Pak Wi mengidap skizofrenia namun ia bisa menampilkan karya lukis yang membuat decak kagum sejumlah pengunjung.

Nawa Tunggal dan Hasta, selaku saudara kandung dari Pak Wi yang ikut membantu mengarahkan dan memberi bantuan, berkat merekaa, Pak Wi berhasil bangkit dan menyalurkan kekurangannya menjadi karya yang luar biasa.

Pria paruh baya tersebut sebelumnya kerap kali menunjukkan sikap yang tak terkendali dan tak terduga.

Kini, dari aksi mencoret tembok tetangga sekarang menghasilkan beragam karya yang mengundang decak kagum banyak orang.

Head of CSR BCA Sapto Rachmadi yang memfasilitasi kehadiran pria itu berkarya di Pasar Seni ITB 2014 turut berkomentar .

"Karya dan aksi Pak WI yang berhasil bangkit dari keterbatasannya merupakan salah satu bukti bahwa karya seni adalah milik semua orang, karena karya seni merupakan bentuk refleksi kreativitas individual," ujarnya.

"Hal ini tentunya patut mendapat apresiasi dari semua pihak, terkhusus bagi masyarakat pecinta seni," papar Sapto.

Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB) yang menggandeng PT Bank Central Asia (BCA) berhasil menggelar Pasar Seni Rupa ITB 2014.

Acara yang terselenggara 4 tahunan ini tak absen menghadirkan karya-karya seni hasil kreasi mahasiswa ITB seperti seni rupa atau seni lukis yang indah.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)