Apa Saja yang Diajarkan "Pramuka" pada Anak-Anak?

29 April 2014 Berita Pendidikan


Pramuka, bagi kalangan muda masa kini, mungkin bukan merupakan kegiatan favorit lagi. Padahal, tujuan organisasi kepanduan ini teramat mulia. Yaitu membina kawula muda. Lalu mengapa Pramuka kini seakan jalan di tempat? Haruskah ini kita biarkan terus berlangsung?

Bila kita bertanya tentang Pramuka pada anak sekarang. Kita akan menemukan beragam ekspresi. Ada yang tampak kebingungan, seakan tak pernah kenal pada Pramuka. Bahkan tak sedikit yang menunjukkan wajah penolakan untuk membicarakan masalah kepramukaan.

Tetapi ada ratusan remaja berseragam coklat akan memenuhi Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah. Mereka merupakan pramuka tingkat penggalang dari 34 provinsi peserta Kemah Budaya Nasional pada 28 April-2 Mei 2014.

Acara ini merupakan bukti bahwa pegiat Pramuka tidak selalu berkutat dengan tali temali dan kode morse. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang kebudayaan, Dr. Wiendu Nuryanti menyatakan, acara ini merupakan proses persemaian budaya kepada Pramuka dalam upaya menanamkan nilai-nilai keberagaman budaya wawasan kebangsaan.

"Kegiatan Kemah Budaya Nasional membekali pengetahuan pada Pramuka untuk mengedepankan hidup damai dalam budaya yang beragam, menumbuhkembangkan karakter dan jati diri kepada generasi muda, khususnya pramuka penggalang," ungkap Wiendu saat membuka acara Kemah Budaya Nasional, di Solo, Jawa Tengah, Senin (28/4/2014).

Kemah Budaya Nasional tahun ini mengusung tema Terampil, Berbudaya, Peduli, dan Mandiri. Tema ini bermakna bahwa generasi muda Indonesia berkarakter, berbudaya dan beradab merupakan fondasi kekuatan untuk memperkokoh negara.

Menurut Wiendu, bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, memiliki keragaman suku bangsa, agama, budaya dan adat istiadat. Meskipun demikian, falsafah Bhineka Tunggal Ika mampu membuat bangsa Indonesia hidup rukun dalam kemajemukan.

"Hal itu tercermin dari berbagai karakter seperti gotong royong," imbuhnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut, para peserta akan terlibat dalam berbagai permainan persaudaraan, permainan tradisional, gelar kesenian dan lomba kuliner tradisional. Mereka juga akan mengikuti kegiatan temu budayawan, berbagi kreativitas kerajinan tangan, saling membacakan cerita rakyat dan sebagainya.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari Okezone.com)