Ajarkan Keterampilan Islam kepada Siswa

3 September 2009 Berita Pendidikan


Pendidikan formal di kelas belum cukup untuk mendidik siswa dalam memahami seluk beluk agama. Momentum bulan Ramadan menjadi saat yang tepat untuk mendalami agama, termasuk belajar tentang pendidikan keterampilan Islam, seperti mengurus jenazah.

Bunyi salawat terus berkumandang, disambut gemuruh takbir yang menggema di sekitar kompleks masjid Asrama Haji Surabaya kemarin. Empat siswi berkerudung putih dengan setelan baju kurung menghadapi boneka dan selembar kain kafan. Utasan tali mengalasi lembaran kain kafan dengan lintingan penyekat di tiap sampingnya.

Di ujung boneka itu, dua buah lembar kain putih diletakkan di bagian kepala dan kaki. Setelah mengikatkan sehelai kain dari kepala hingga dagu,boneka yang diumpamakan jenazah itu dibungkus kain kafan dan diikat dengan tali yang paling besar.

Itulah sedikit gambaran kegiatan belajar praktik mengurus jenazah yang dilakukan oleh 270 siswa SMA dr Soetomo,Surabaya, kemarin. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Pondok Ramadan yang berlangsung mulai kemarin hingga hari ini.Agung Kusuma, siswa kelas X SMA dr Soetomo Surabaya menuturkan, proses memandikan jenazah memang tidak pernah dia lakukan di rumah.

Makanya sekarang momen tepat untuk belajar. Awalnya sempat takut kalau mengurus jenazah, apalagi sampai mendengar kata orang mati. Ada perasaan takut bercampur penasaran,ujar Agung. Guru agama Islam SMA dr Soetomo Mukhlis mengatakan, kegiatan Pondok Ramadan ini lebih banyak berisi pelajaran tambahan praktis. Yang jelas, kendati berpuasa, semua harus tetap produktif, ujar Mukhlis. (aan haryono)

Sumber: Seputar-Indonesia.Com