Ahok: Jangan Paksa Siswi Kenakan Jilbab

10 Juni 2016 Berita Pendidikan


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Ahok tidak setuju mengenai aturan sejumlah sekolah negeri terkait kewajiban mengenakan jilbab bagi siswi. Gubernur yang akrab disapa Ahok itu malah melarang sekolah negeri memaksa siswi mengenakan jilbab.

Menurut Ahok, mengenakan jilbab bukanlah hal yang harus dipaksakan, melainkan dengan panggilan iman. "Tempat saya itu (Belitung), 93 persen muslim. Tiba-tiba, semua guru mewajibkan semua muridnya berkerudung. Padahal, kerudung itu kan panggilan iman," ujar Ahok.

Ahok menyayangkan jika siswi harus dipaksa mengenakan jilbab, sebab hal tersebut membuat siswi tidak mengenakannya secara serius. "(Jilbab) yang dipakainya yang kayak serbet. Malah mungkin lebih bagus serbet di dapur saya. Begitu keluar dari sekolah naik motor bapaknya, langsung dibuka," kata Ahok.

Menurut Ahok, guru seharusnya mengajarkan siswi yang baik - baik. Sampai siswi itu sendiri berpikir pakai kerudung adalah bagian dari akhlak yang baik sebagai orang muslim. "Dia akan pakai dengan terhormat. Bukan dia pakai terus pas keluar (sekolah) dia buang. Bukan dia pakai, tetapi kelakuannya mempermalukan agama," tuturnya juga.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)