Ahli Buat Software, Mahasiswa UAD Raih Banyak Prestasi

21 Mei 2018 Berita Pendidikan


Muhammad Jumadil Akbar (22 tahun) mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dicari perusahaan hingga instansi pemerintah karena punya keahliah membuat software. Lewat bakatnya itu ia pun bisa memperoleh penghasilan hingga mampu membiayai kuliahnya sendiri. Jumadil bahkan dipercaya mewakili kampus untuk mengikuti sejumlah kompetisi baik tingkat regional, nasional, dan internasional terkait software.

Beragam software pernah dibuatnya, yang paling sering yakni pembuatan website baik untuk perorangan, perusahaan, dan instansi pemerintah. Ia juga pernah membuat e-commerce baik dalam bentuk website maupun android.

Dalam sebulan, Jumadil bisa mengerjakan pesanan proyek pembuatan website sebanyak enam proyek. Ongkosnya rata-rata sekitar Rp 1 juta sampai Rp 4 juta, tergantung kesulitannya. Kalau menemukan masalah, Ia sering konsultasi dengan teman-teman komunitas di dunia maya.

Tahun lalu, Jumadil pun sukses menggondol piala dalam Hackthon Budaya se-Jateng DIY. Software yang dibuatnya yakni virtual reality Prambanan dan museum menjadi software dalam bentuk website dan android yang paling menarik. Terlebih VR dengan dengan tema Prambanan tersebut Jumadil ingin memperkenalkan keindahan wisata di Jawa Tengah. Di tahun yang sama, ia juga masuk dalam 10 besar para ahli pembuat software yang mengikuti Hackjak 2017 di Jakarta. Kala itu Jumadil berhasil membuat aplikasi untuk mengetahui tinglat kriminalitas di suatu lokasi.

Terbaru, Jumadil meraih medali emas di I-FINOG 2018 Malaysia. Aplikasinya dengaan konsep go green paling inovatif diantara peserta lainnya. Kala itu ia membuat software pendeteksi kualitas tanaman baik melalui android dan website.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)