Agama dan Kewarganegaraan Dianggap Tak Cukup Bentuk Karakter

16 Agustus 2011 Berita Pendidikan


JAKARTA - Pendidikan karakter di sekolah-sekolah lewat Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Agama dinilai tidak efektif. Hal itu ditunjukkan dengan menguatnya praktek kekerasan, intoleransi, dan eksklusivitas yang terjadi di kalangan pelajar.

"Sebanyak 70 persen guru merasa dua pendidikan ini belum berkontribusi terhadap nilai pendidikan karakter," ujar Muhamad Abdullah Darraz, Direktur Program Maarif Institute, dalam acara peluncuran pendidikan karakter di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin 15 Agustus 2011.

Maarif Institute meluncurkan pilot project program pendidikan karakter di 50 sekolah menengah atas di empat provinsi. Sekolah yang dijadikan percontohan antara lain di wilayah Pandeglang-Banten, Cianjur-Jawa Barat, Yogyakarta, dan Surakarta-Jawa Tengah. "Juli lalu kami telah melakukan riset need assessment program untuk melihat relevansi dan kebutuhan program pendidikan karakter ini."

Program tersebut akan dimulai bulan ini hingga Mei tahun depan. Ditargetkan program ini dapat menguatkan nilai-nilai kebangsaan seperti sikap toleran, terbuka, dan menolak kekerasan. "Tergerusnya budaya kewargaan di institusi pendidikan berdampak serius pada pembentukan karakter bangsa," ujar Fajar Riza Ul Haq, Direktur Eksekutif Maarif Institute.

Fajar mengatakan keberadaan pendidikan karakter ini untuk memperkuat orientasi merawat budaya kewargaan di lingkungan sekolah yang sudah lama terkikis. Bahkan kekerasan di lingkungan sekolah juga muncul melalui penolakan nasionalisme, atau menolak menghormat bendera dan Pancasila berdasarkan pemahaman keagamaan tertentu. "Ini jadi peringatan buat semuanya."

Syafi'i Ma'arif menegaskan para guru kewarganegaraan dan agama punya keterbatasan dalam memperkenalkan nasionalisme untuk para siswa. Sementara, pemerintah pusat dan daerah sibuk dengan politik. "Belum ada benang merahnya. Sekarang ini baru disadari pentingnya pendidikan karakter ini," ujarnya.

Sumber: tempointeraktif.com