9 SMKN Jakbar Terapkan Program Sister School

12 Oktober 2010 Berita Pendidikan


Upaya memajukan pendidikan terus dilakukan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat. Salah satunya melalui program sister school yang melibatkan sekolah-sekolah kejuruan yang ada di Jakarta Barat. Kali ini Sembilan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri dan sejumlah sekolah swasta dilibatkan dalam program tersebut.

Dengan program sister school SMK negeri akan berbagi metode kegiatan belajar mengajar (KBM) yang diterapkan di sekolahnya dengan SMK swasta yang memiliki kesamaan jurusan dan program pendidikan. Tujuannya untuk pemerataan mutu dan kualitas pendidikan antara SMK negeri dengan SMK swasta.

Salah satu SMK negeri yang merealisasikan program tersebut adalah SMKN 45 Sukabumiselatan. Sekolah kejuruan swasta yang digandeng SMKN 45 sebanyak tiga sekolah, yakni SMK Wiyata Satya Kemanggisan, SMK YMIK Joglo, dan SMK Muhammadiyah 4 Kemanggisan.

"Tiga SMK swasta kita gandeng untuk melakukan metode sister school, dan hari ini dilakukan penandatanganan MoU-nya," ujar Prihatin Gendra Priyadi, Kepala SMKN 45 Sukabumiselatan, Senin (11/10).

Dijelaskan Prihatin, sekolah ini nantinya akan berbagi metode pembelajaran, meliputi penggunaan laboratorium atau sistem administrasi sekolah. "Sekolah tersebut akan menerapkan sistem KBM yang kami lakukan dengan langsung mendatangi sekolah kami. Jadwal metode ini akan disesuaikan dengan waktu yang disepakati sebelumnya," ungkap Prihatin.

Kepala Sudin Pendidikan Menengah (Dikmen) Jakarta Barat, Abdul Hamid, mengatakan, program sister school ini merupakan rencana dan gagasan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dengan tujuan pemerataan mutu dan kualitas SMK yang ada di Jakarta. "Dengan program ini, diharapkan ada interaksi antar sekolah yang pada akhirnya dapat menyokong antara yang satu dengan lainnya," katanya.

Saat ini, kata Abdul Hamid, sembilan SMK Negeri di Jakbar telah memiliki kualitas yang baik. Dengan itu, SMK-SMK swasta dengan katagori kecil dapat mengadopsi sistem KBM yang digunakan oleh SMK Negeri. "Sementara untuk SMK swasta yang telah mapan dapat berinteraksi dengan saling berbagi pengalaman pada metode yang digunakan," jelasnya.

Dengan penerapan sistem itu, diharapkan target Jakarta Barat menjadi kiblat pendidikan di Jakarta dapat terwujud. Karena itu, Hamid menegaskan agar jajarannya melakukan sistem jemput bola dan terus berupaya menjadi yang terbaik. "Jika kita ingin unggul harus dilandasi dengan usaha dengan tidak menunggu, tapi harus melakukan sistem jemput bola tiap program yang diwacanakan di tingkat dinas," ungkapnya.

Sumber: beritajakarta.com