79 Siswa Papua Bersaing ke Olimpiade Sains Nasional

22 Oktober 2009 Berita Pendidikan


JAYAPURA, KOMPAS.com - Sebanyak 79 siswa dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua, Kamis (22/10) mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional di Universitas Negeri Cenderawasih Papua di Kota Jayapura.

Pemenang seleksi akan memeroleh tiket untuk mewakili bumi Cenderawasih di ajang Olimpiade Sains Nasional pada Juni 2010 mendatang. Penyaringan peserta Olimpade Sains Papua bertajuk "Menambang SDM Papua" ini telah jauh-jauh hari digelar di kabupaten/kota. Total peserta seleksi di tingkat kabupaten/kota itu mencapai 821 pelajar.

Para pemenang di kabupaten/kota, yang pada Kamis hingga Sabtu (24/10) mendatang ini diadu untuk mendapatkan 20 pelajar terbaik. Peserta berasal dari kelas satu dan dua SMA. Materi yang dilombakan sebanyak empat pelajaran sains Matematika, Kimia, Fisika, dan Biologi, serta tambahan Bahasa Inggris.

Ketua Panitia Olimpade Sains Papua, Marcellus Rantetana menuturkan, dari kegiatan ini akan diambil lima siswa terbaik dari tiap pelajaran sains atau total 20 siswa.

"Mereka kemudian akan digembleng di Kota Jayapura melalui pendidik khusus dari Universitas Cenderawasih dan bersiap disaring kembali untuk maju dan mewakili Papua di Olimpiade Sains Nasional Juni 2010 mendatang," ujar Marcellus, yang juga Direktur Papua Knowledge Center di Jayapura.

Gairah Belajar

Adapun para peserta tersebut berasal dari sembilan kabupaten/kota yaitu Kabupaten Merauke, Timika, Keerom, Jayapura, Jayawijaya, Biak, Kepulauan Yapen, Nabire, dan Kota Jayapura. Jumlah anak Papua asli yang menjadi peserta kegiatan ini mencapai 75 persen.

Kegiatan seleksi olimpiade tersebut merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme-Kamoro (LPMAK), PT Freeport Indonesia, Papua Knowledge Center, serta Universitas Cenderawasih. Kegiatan ini diharapkan dapat menggairahkan semangat belajar anak-anak Papua.

Dalam sambutan Gubernur Papua Barnabas Suebu yang dibacakan oleh Pembantu Rektor I Uncen, Festus Simbiak MSi, Pemprov Papua mengharapkan kegiatan ini merupakan upaya peningkatan mutu kualitas pendidikan.

"Melalui kegiatan kompetitif ini diharapkan akan mendorong kreativitas dan inovasi program belajar-mengajar, baik para guru ataupun siswa-siswi," ujar gubernur.

Sumber: Kompas.com