560 Pelajar Terima Beasiswa Prestasi

18 November 2010 Berita Pendidikan


YOGYAKARTA - Sebanyak 560 pelajar Kota Yogyakarta menerima beasiswa prestasi dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Para penerima beasiswa ini adalah pelajar dengan nilai terbaik sekelurahan pada ujian nasional (UN) 2010.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Asrori mengatakan, beasiswa prestasi tersebut dibagi menjadi dua kategori, yakni untuk pelajar miskin atau pemegang kartu menuju sejahtera (KMS) dan pelajar non-KMS.

Pelajar KMS sengaja disendirikan agar mendapat kesempatan beasiswa, katanya di Yogyakarta, Senin (15/11/2010).

Beasiswa sejumlah Rp 416 juta itu diberikan pada 16 pelajar di setiap kelurahan. Mereka terdiri dari dua pelajar KMS dan dua pelajar non-KMS dengan nilai terbaik dalam ujian nasional (UN) pada setiap jenjang sekolah, yaitu SD, SMP, SMA, dan SMK.

Nilai beasiswa yang diberikan bervariasi antara Rp 500.000 untuk jenjang SD hingga Rp 1 juta untuk jenjang SMK. Jumlah tertinggi diberikan pada jenjang SMK karena biaya pendidikan SMK dinilai paling tinggi dari jenjang lain.

Pelajar SMK butuh lebih banyak biaya karena jumlah praktikum banyak. Biaya ini biasanya untuk membiayai praktikum, ucap Budi.

Menurut Budi, beasiswa prestasi untuk pelajar KMS diharapkan dapat digunakan membantu biaya pendidikan sehingga dapat mencegah putus sekolah. Hal ini karena beberapa keluarga pelajar KMS masih mengeluhkan tingginya biaya pendidikan.

Beasiswa prestasi juga dimaksudkan untuk memetakan prestasi pelajar di setiap kelurahan di Kota Yogyakarta. Pemetaan ini akan digunakan untuk merancang kebijakan pendidikan di tingkat masyarakat bawah.

Budi mengatakan, jumlah penerima beasiswa prestasi sebanyak 560 pelajar pada tahun ini hanya memenuhi 77 persen dari target semula. Dari 45 kelurahan di Yogyakarta, seharusnya ada 720 pelajar yang memperoleh beasiswa prestasi. Ini terjadi karena tidak semua kelurahan dapat mengirimkan kandidat penerima.

Koordinator Kepala SD Lempuyangan 1, 2, dan 3 Yogyakarta Erna Krusmaningsih mengatakan, meskipun pelajar SD dan SMP di Kota Yogyakarta tidak lagi dipungut biaya operasional sekolah, beasiswa masih sangat diperlukan. Selama ini, masih banyak wali murid yang meminta bantuan biaya untuk memenuhi kebutuhan sekolah.

Sumber: kompas.com