56 Siswa SMA Tidak Ikut UN Susulan

30 Maret 2010 Berita Pendidikan


BERITAJAKARTA.COM Gagal mengikuti ujian nasional (UN) utama SMA/SMK/MA/SMALB yang digelar pada Senin (22/3) lalu, tak membuat sejumlah siswa di DKI Jakarta patah semangat. Sebab Dinas Pendidikan DKI Jakarta masih memberikan kesempatan pada mereka untuk mengikuti ujian susulan yang digelar mulai Senin (29/3) hingga Kamis 91/4) mendatang.

Ya, pada hari Senin (29/3) ini, sedikitnya tercatat ada 177 siswa yang harus mengikuti UN susulan. Namun dari jumlah tersebut, ternyata hanya 121 siswa yang mengikuti UN susulan. Sedangkan 56 siswa lainnya tidak mengikuti UN susulan dengan alasan yang belum jelas.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan, peserta UN susulan SMA/SMK/MA yang tidak hadir pada hari pertama, Senin (29/3), sebanyak 31,64 persen. Sedangkan persentase kehadirannya mencapai 68,36 persen. Untuk siswa SMA yang terdaftar mengikuti UN susulan sebanyak 93 siswa. Namun saat pelaksanaan ujian di hari pertama, siswa yang hadir hanya 63 orang atau 67,74 persen dan yang tidak hadir sebanyak 30 siswa atau 32,26 persen.

Kemudian siswa MA, yang terdaftar sebagai peserta ujian hanya enam siswa, namun satu diantaranya tidak hadir. Sedangkan untuk siswa SMK, yang tercatat dalam daftar peserta UN susulan sebanyak 78 siswa. Dari jumlah tersebut, 57 siswa atau 73,08 persen hadir mengikuti ujian dan 21 siswa absen saat ujian atau 26,92 persen. Sedangkan siswa SMALB tidak ada yang mengikuti UN susulan. Semuanya hadir saat UN utama, kata Taufik Yudi Mulyanto di Jakarta, Senin (29/3).

Selanjutnya, ke-56 siswa yang tidak hadir saat UN susulan ini tidak bisa mengikuti UN ulangan yang akan dilakukan 10-14 Mei 2010. Sebab mereka telah dianggap mengundurkan diri dan dinyatakan tidak lulus. Karena UN ulangan hanya diperuntukan bagi peserta UN yang telah menempuh ujian dari hari pertama hingga hari terakhir, namun hasil akhir dinyatakan tidak lulus. Jadi mereka dinyatakan gugur. Kalau pun ingin melanjutkan jenjang pendidikan setingkat SMA, mereka bisa mengikuti ujian paket C, terangnya.

Ia juga sangat menyayangkan atas ketidakhadiran sejumlah siswa SMA/SMK dan SMA saat UN susulan ini. Padahal, UN ini bertujuan memberikan penilaian pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu. Selain itu juga untuk mendorong tercapainya pendidikan menengah yang bermutu. Dengan begitu, langkah untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi menjadi terhambat, tandasnya.

Ke depan ia berharap, jumlah siswa yang mengundurkan diri atau tidak mengikuti UN susulan semakin mengecil. Maksudnya agar seluruh anak didiknya itu kelak melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya yakni perguruan tinggi. Sebab, untuk mencari pekerjaan di DKI Jakarta, minimal harus memiliki gelar sarjana.Sumber: beritajakarta.com