52,6 Miliar untuk Siswa Miskin di Sumut

4 September 2009 Berita Pendidikan


Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Edward Sinaga, di Medan, Rabu 02/09 , mengatakan, dana bantuan tersebut untuk mewujudkan program kerja Gubernur Sumut H. Syamsul Arifin agar masyarakat tidak bodoh dan masyarakat tidak miskin dan tetap mendapatkan peluang yang sama untuk pendidikan.

Dana tersebut berasal dari APBD Sumut tahun 2009, dan akan disalurkan ke kabupaten/kota untuk diteruskan ke sekolah-sekolah. Saat ini dananya masih diproses di biro kerja Disdik Sumut dan secepatnya akan disalurkan,katanya.

Ia mengatakan, dana miliaran rupiah tersebut bakal dibagikan kepada seluruh tingkatan pendidikan. Untuk tingkatan Sekolah Dasar (SD) akan dibagikan kepada 63.823 orang dengan Rp360 ribu per siswa, untuk SMP dibagikan kepada 20.997 siswa dengan Rp560 ribu per siswa.

Sementara untuk SMA dibagikan kepada 13.362 siswa dengan besaran Rp780 ribu per orang dan untuk SMK diberikan kepada sebanyak 9.498 siswa dengan besaran Rp780 ribu per orang per tahun.

Sedangkan mengenai teknis pelaksanaan, ia mengatakan, penyeleksiannya akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah dengan salah satu syarat utama adalah memiliki surat keterangan miskin dari lurah atau kepala desa.

Usai dilakukan seleksi di sekolah, kemudian nama-nama siswa tersebut akan diteruskan ke Disdik kabupaten/kota. Setelah melalui seleksi di Disdik kabupaten/kota nama tersebut diusulkan ke Disdik Sumut untuk diseleksi kembali. Dengan tahapan ini, makanya jumlah penerima tidak sama disetiap kabupaten/kota, hal ini sesuai dengan keadaan siswa di daerah, katanya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan, Mutsyohito Solin, mengatakan, bantuan bagi siswa miskin tersebut akan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang kurang mampu.Bantuan tersebut juga akan memberikan dampak yang cukup signifikan pada mutu pendidikan di daerah itu.

Siswa yang kurang mampu dari segi finansial tentunya akan lebih konsentrasi untuk belajar dengan bantuan tersebut, minimal untuk beli baju sekolah dan tambahan beli buku sudah mereka dapat,katanya.

Pengamat Sosial dan Budaya Universitas Sumatera Utara (USU), Yos Rizal, mengatakan, bantuan tersebut jangan dilihat dari segi nominalnya, sebab jumlahnya tidaklah terlalu besar.

Namun paling tidak hal tersebut membuktikan keseriusan pemerintah terutama pemerintah provinsi untuk membantu proses pendidikan terutama bagi anak-anak miskin,katanya. (ant)

sumber: beritasore.com