50 Kegagalan UN Akibat Matematika

4 Februari 2010 Berita Pendidikan


Matematika ditengarai menjadi pembunuh nomor satu siswa yang tidak lulus ujian nasional (UN). Hal ini membuktikan lemahnya penanaman konsep mata pelajaran itu sejak awal.
"Lebih dari 50 persen siswa yang tidak lulus karena jatuh pada mata pelajaran matematika," kata Kepala Bidang Madrasah dan Pendidikan Agama (Kabid Mapenda) Kanwil Depag Provinsi Lampung Abdurahman, di Bandar Lampung, Rabu (3-2).

Dia mengatakan lemahnya pemahaman konsep sejak awal menjadi penyebab banyaknya siswa yang jatuh pada mata pelajaran ini. Oleh sebab itu, agar siswa lebih siap menghadapi UN, pihaknya memberdayakan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) untuk MTs/MA, kelompok kerja guru (KKG) untuk MI. Mereka diminta membedah standar kompetensi lulusan (SKL) dan kemudian membuat soal sesuai SKL yang ada.

Abdurahman mencontohkan untuk siswa MI yang harus menghadapi ujian akhir madrasah berstandar nasional (UAMBN) untuk mata pelajaran matematika, dihadapkan pada banyak soal cerita. Namun, karena sejak awal siswa tidak ditanamkan konsep memahami soal cerita membuat mereka menjadi tergagap-gagap.

"UN tidak hanya menjadi tanggung jawab guru kelas VI MI, kelas IX MTs, dan kelas XII MA, namun juga menjadi tanggung jawab semua guru," kata dia.

Abdurahman menambahkan ada beberapa langkah untuk meminimalkan siswa yang tidak lulus UN. Beberapa kiat tersebut di antaranya menyosialisasikan kepada orang tua dan wali murid agar memahami dan memotivasi anak untuk lebih giat belajar.

"Kami juga menyosialisasikan kepada anak agar mereka siap lulus dan siap tidak lulus," kata dia. Saat pengumuman mereka tidak lulus, siswa tidak perlu shock atau stres.

Selain itu, sekolah juga diminta meningkatkan jam pembelajaran agar lebih fokus pada UN dan mengintensifkan bimbingan belajar dimulai sejak awal semester genap. "Sekolah juga kita ajak melaksanakan try out setiap minggu, dan mengikuti try out standar Diknas," kata dia.

Pihak sekolah diminta mempersiapkan mental siswa dengan training satu hari untuk sukses ujian dan melaksanakan iktikaf satu malam untuk menyiapkan mental siswa. "Sekolah juga diminta melakukan latihan ujian nasional untuk mengevaluasi daya serap siswa terhadap mata pelajaran yang diberikan," kata Abdurahman.

Dia mengatakan doa bersama atau iktikaf perlu dilakukan karena semua kejadian termasuk lulus tidaknya seorang siswa dalam UN tidak terlepas dari takdir Allah. "Setelah kita berusaha keras dengan rajin belajar, kita mengajak siswa untuk tidak lupa berdoa," ujarnya.

Dari Lampung Utara, sejumlah siswa dan pengelola sekolah mengaku waswas menghadapi UN yang akan digelar bulan depan. Sentot Fahnud, guru di SMKN 1 Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara, Senin (1-2), mengatakan tahun lalu siswa yang lulus di sekolahnya hanya lima orang, dengan jumlah siswa seluruhnya sebanyak 37 orang.

Hal senada diutarakan Alasyah, siswa kelas XII jurusan perhotelan SMKN 1 Desa Kalibalangan, Abung Selatan, Lampung Utara. "Walaupun dari pihak sekolah sudah memberikan tambahan pelajaran, saya tidak pede untuk mengukuti ujian tersebut dan takut kalau tidak lulus," ujarnya. UNI/HAR/S-1

Sumber: Lampungpost.Com