Berita Pendidikan
13 Juni 2011

5 Program Prioritas Pembangunan Pendidikan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohamad Nuh mengungkapkan, kementeriannya memfokuskan pada pembangunan pendidikan pada tahun 2010-2014. Untuk mewujudkannya, ada lima program yang diprioritaskan, yaitu peningkatan akses dan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD), penuntasan pendidikan dasar sembilan tahun yang bermutu, peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependudukan, peningkatan akses dan mutu pendidikan menengah (Dikmen) umum, dan relevansi pendidikan vokasi (SMK dan Politeknik) dan peningkatan akses dan daya saing pendidikan tinggi (Dikti). Hal itu disampaikan Nuh dalam rapat kerja Menteri Pendidikan Nasional dengan Komisi X DPR, Kamis (9/6/2011), di Gedung DPR, Jakarta.

"Pembangunan pendidikan diarahkan untuk menghasilkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif melalui peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas dan relevansi, kesetaraan dan kepastian memperoleh pendidikan," kata Nuh.

Pada tahun 2012 mendatang, Kemdiknas akan mengutamakan penguatan mata rantai terlemah dan pemenuhan standar pelayanan. Hal ini akan dilakukan di setiap jenjang pendidikan. "Akan difokuskan pada lima hal tersebut. Tapi yang ingin kita tajamkan adalah penguatan mata rantai terlemah," ujarnya.

Ia memaparkan, mata rantai terlemah dalam peningkatan akses dan mutu PAUD adalah menggerakkan partisipasi publik, perluasan jangkauan layanan PAUD, penguatan kelembagaan PAUD, penyediaan dan peningkatan kualitas PTK PAUD dan peningkatan kesejahteraan PAUD. Untuk penuntasan pendidikan dasar sembilan tahun, sasaran akan difokuskan pada semua anak usia 7-15 tahun. Digratiskannya pendidikan dasar dan layanan pendidikan dasar sesuai standar pelayanan minimum.

"Jumlah anak usia 7-15 tahun mencapai 39,5 juta anak. Sedangkan jumlah peserta PAUD mencapai 29 juta anak. Usia yang sangat krusial untuk pengembangan pendidikan yang berikutnya, terlebih menyongsong dan mempersiapkan generasi pada tahun 2045," ujarnya.

Peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, mewajibkan para guru untuk memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Peningkatan akses dan kualitas pendidikan menengah umum dan relevansi pendidikan vokasi (SMK dan Politeknik) difokuskan pada peningkatan akses Dikmen, peningkatan akses dan daya saing Dikti ditekankan pada penyediaan beasiswa bagi calon mahasiswa miskin berprestasi (bidik misi), pembangunan perguruan tinggi atau politeknik baru, percepatan sertifikasi dosen, pengembangan rumah sakit pendidikan dan lain-lain.

"Persoalannya bukan pada besar ataupun kecilnya anggaran, yang penting adalah ketepatan sasaran dari anggaran tersebut," kata Nuh.

Sumber: kompas.com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris