48 Mahasiswa UT Tuntut Uang Registrasi Dikembalikan

25 Agustus 2009 Berita Pendidikan


Mereka menuntut itu dengan alasan karena keberadaan mereka sebagai mahasiswa adalah berdasarkan bea siswa dari pemerintah melalui Dinas Pendidikan Babel.

"Saya beserta mahasiwa yang lain menuntut pihak Dinas Pendidikan Provinsi Babel agar sudi kiranya mengembalikan uang registrasi sebesar Rp1 juta persemester, karena kami sebelumnya
mendapat bea siswa atau bebas biaya registrasi selama dua setegah tahun masa kuliah," kata koordinator mahasiswa Subhanur di Sungailiat, Sabtu (15/8).

Ia menjelaskan, saat semester pertama dan kedua atau pada 2007 para mahasiswa bebas biaya registrasi. Kemudian setelah memasuki semester ketiga dan keempat pada 2008 mereka dipungut biaya. Dinas Pendidikan Provinsi Babel beralasan uang bea siswa yang dianggarkan dari dana APBN belum cair.

"Saya beserta mahasiswa lainnya dijanjikan oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Babel kalau pembayaran uang registrasi yang disetor akan dikembalikan sesuai dengan jumlah yang telah dikeluarkan," kata Subhanur, guru SD 09 Kampung Z itu.

Ia mengatakan, semua mahasiswa UT statusnya adalah PNS yang bekerja sebagai guru SD
berasal dari Kecamatan Mendo Barat, untuk melanjutkan ke jenjang sarjana.

Hal senanda juga diakui Rosidi, guru SD Kampung Labuh, Kecamatan Mendo Barat, bahwa
dirinya merasa keberatan kalau dibebani pembayaran uang registrasi. "Padahal kami adalah mahasiswa yang mendapat bea siswa tetapi kenyataannya masih disuruh membayar juga," katanya.