37 Mahasiswa Cina Kuliah di UAD

3 September 2009 Berita Pendidikan


YOGYAKARTA-Sejumlah mahasiswa dari Universitas Kebangsaan Quangxi Cina mengikuti kuliah bahasa dan sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Para mahasiswa yang berjumlah 37 orang ini mengikuti program sandwich atau pertukaran di kampus UAD. Mereka akan mengikuti kuliah di kampus tersebut selama 1 hingga 3 tahun.

Menurut Rektor UAD Kasiyarno, setelah mengikuti kuliah antara satu hingag 3 tahun di UAD, para mahasiswa tersebut akan menyelesaikan program sarjananya di Universitas Kebangsaan Guangxi. ''UAD dan Guangxi sejak tahun 2008 lalu telah melakukan penandatangan kerjasama untuk pertukaran dosen dan mahasiswa serta penelitian bersama termasuk pertukaran buku dan jurnal. Ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama tersebut,'' ujarnya usai menerima rombongan mahasiswa Cina di FBS UAD, Rabu (2/9).

Kasiyarno mengakui, sebelumnya banyak juga mahasiswa Cina yang sudah belajar bahasa dan sastra Indonesia di UAD. Mereka mengikuti Program Darmasiswa yang hanya berlangsung sekitar satu tahun di kampus tersebut. Selain 37 mahasiswa itu, tahun ini pihaknya juga menerima lima mahasiswa Cina yang mengikuti program Darmasiswa. ''Selain bahasa dan sastra kami juga mengenalkan budaya Indonesia kepada mereka,'' papar Kasiyarno.

Dari 37 mahasiswa Cina itu, kata Kasiyarno, sembilan mahasiswa mengikuti kuliah satu tahun di UAD dan tiga tahun di Quangxi, sedangkan selebihnya menempuh pendidikan dua tahun di UAD dan dua tahun di Cina. ''Cina itu negara yang besar yang memiliki misi mengembangkan ekonomi hingga ke Indonesia sehingga mempelajari bahas Indonesia penting bagi mereka,'' jelasnya.

Menurut Kasiyarno, para mahasiswa itu pun nanti akan dikumpulkan dalam satu kelas khusus. Namun dalam beberapa kesempatan akan dicampur dengan mahasiswa UAD sehingga terjadi pembauran. Para mahasiswa itu juga dicarikan asrama dekat kampus yang bercampur dengan mahasiswa UAD lainnya.

UAD sendiri, kata Kasiyarno, telah mengirimkan dosennya untuk mengajar Bahasa Indonesia di Universitas Kebangsaan Guangxi. Bahkan staf pusat bahasa UAD juga dikirim ke sana untuk memberikan pengajaran ekstra kurikuler Bahasa Indonesia. Ke depan pihaknya juga akan mengirimkan mahasiswa UAD untuk belajar bahasa mandarin di Guangxi. Namun begitu pihaknya akan mendirikan terlebih dahulu Program Study Mandarin di FBS UAD. Prodi itu rencananya baru akan dibuka tahun akademik 2010/2011.

Koordinator mahasiswa Quangxi yang memimpin rombongan ke UAD, Han Yan Yan mengatakan, setiap tahun di Cina terhadap Asian Expo. Dalam ajang tersebut, permintaan terhadap tenaga ahli Bahasa Indonesia terus meningkat. ''Selain itu, sekolah-sekolah juga banyak yang mengajarkan bahasa Indonesia sehingga permintaan tenaga ahli bahasa Indonesia di Cina cukup tinggi.

Sumber: Republika Online