265 Guru Honorer di Kaltim Terancam Hilang Pekerjaan!

19 Agustus 2015 Berita Pendidikan


Karena peraturan baru dari pengelolaan SMA/SMK dan Madrasah Aliyah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 265 guru honorer tingkat sekolah menengah atas terancam kehilangan pekerjaannya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara, Marjani mengatakan peraturan baru tersebut mengenai pemberlakuan pengelolaan sekolah oleh Pemprov Kalteng selanjutnya hanya menanggung gaji dan tunjangan guru PNS saja.

"Berdasarkan informasi Pemprov Kaltim hanya akan mengambil alih guru dan tenaga administrasi PNS, sedangkan guru honorer dan tenaga administrasi non-PNS di tingkat pendidikan menengah atas, masih dibebankan kepada pemerintah kabupaten/kota," ucapnya.

Hal tersebut tentu memberi dampak negatif bagi para guru honorer, sebab hanya guru PNS saja yang ditanggung pemerintah provinsi. Menurut Marjani, jika peraturan tersebut tidak diselesaikan, dikhawatirkan menjadi perdebatan, sebab 265 guru maupun tenaga administrasi non PNS atau honorer di Kabupaten Penajam Paser Utara terancam kehilangan pekerjaan.

Sementara aset pendidikan yang akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yakni tujuh unit gedung SMA serta delapan unit gedung SMK.

"Tujuh bangunan SMA dan enam SMK akan diambil alih pemerintah provinsi, sedangkan untuk guru PNS berjumlah 308 orang dan nasib guru non-PNS belum ada kejelasannya," kata Marjani.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)