2014, 70 Persen Lulusan SMK Terserap Pasar Kerja

27 Januari 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA, KOMPAS.com Sesuai program kerja 100 Hari Menteri Pendidikan Nasional, pendidikan saat ini diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sehingga ujian praktik sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi penting agar SMK mampu menghasilkan lulusan yang mampu berwirausaha, kerja mandiri, atau siap diserap industri atau pasar kerja lainnya.

Demikian dikatakan oleh Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Nasional Joko Sutrisno, Selasa (26/1/2010) di Jakarta. Joko mengatakan, rata-rata hanya 10 persen (sekitar 80-90.000 lulusan setiap tahun) lulusan SMK yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi.

Dia menambahkan, lulusan SMK pada 2009 lalu mencapai 891.184 orang. Pada 2010 ini, jumlah yang diproyeksikan lulus mencapai 1.087.098 orang dengan proyeksi yang diserap oleh pasar kerja sekitar 50 persen (543.549 orang).

"Kalau tahun ini daya serap lulusan ke pasar kerja baru 50 persen, maka tiap tahun diharapkan ada kenaikan 5 persen sehingga pada 2014 lulusan SMK bisa terserap 70 persen ke dunia kerja," kata Joko.

Diberitakan sebelumnya, mulai Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2009/2010 ini, mata pelajaran kompetensi keahlian teori kejuruan di SMK diujikan di UN utama. Sebelumnya, mata uji teori kejuruan hanya merupakan prasyarat sebelum mengikuti ujian praktik.

Ujian praktik kejuruan, sebelum UN utama, dilakukan di masing-masing sekolah dengan dipandu oleh mitra industri. Ujian praktik kejuruan ini termasuk dalam mata uji UN dan sebagai pembagi rata-rata nilai UN keseluruhan.

sumber: kompas.com