2010,pelajar Dapat Biaya Transportasi

11 September 2009 Berita Pendidikan


Para pelajar di Provinsi Sulsel yang berasal dari kalangan tidak mampu atau miskin akan mendapatkan bantuan dana dari Departemen Sosial pada 2010 mendatang.

Sekjen Departemen Sosial Gazali Situmorang mengatakan, bantuan dana itu dipergunakan dalam biaya transportasi para pelajar dalam menuju lokasi sekolah. Bantuan dana ini bersumber dari Program Keluarga Harapan yang sudah mendapat persetujuan dari panitia anggaran (panggar) DPR.Insya Allah,2010 sudah diberlakukan di lima provinsi termasuk Sulsel. Saat ini sudah dimasukkan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), papar Gazali Situmorang yang ditemui seusai menyerahkan dana rehabilitasi pemukiman rumah kumuh di kantor Balaikota,kemarin.

Jumlah yang menerima bantuan tersebut akan merujuk pada data Badan Pemberdayaan Masyarakat tentang penentuan rumah tangga sasaran/rumah tangga miskin (RTS/RTM).Jadi,dana ini lain dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sebab, dana yang diteriam untuk biaya transport nya saja,tegas Gazali. Selain pelajar, para ibu hamil dan yang memiliki anak balita (bawah lima tahun) juga akan mendapatkan dana tersebut.Peruntukkannya juga untuk biaya transportasi ibu hamil ke puskesmas.

Kondisi sekarang, kelompokkelompok menengah sudah berobat di puskesmas karena adanya dokter ahli atau spesialis yang sudah ditempatkan di puskesmas. Untuk itu,dengan adanya bantuan biaya transportasi, maka puskesmas tetap melayani orang miskin, harapnya. Dia menyebutkan,jumlah dana yang diterima oleh masing-masing RTS sangat bervariatif yakni Rp600.000 hingga Rp2,2 juta per bulan selama tahun 2010.Sebab,bukan hanya satu orang yang mendapatkan dana tersebut karena bisa saja dalam satu RTS ada yang dapat memperoleh dua kategori ini.

Satu keluarga bisa dapat 3 kategori dalam pertahun sebesar Rp2,2 juta,sebut Gazali Situmorang. Sementara itu, Departemen Sosial resmi menyerahkan bantuan dana rehabilitasi pemukiman kumuh sebesar Rp2 miliar kepada 200 rumah yang berada di 12 kecamatan. Setiap rumah akan mendapatkan dana sebesar Rp10 juta. Hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Supomo Guntur, Sekkot Makassar Anis Kama,dan sejumlah Asisten Pemkot Makassar.

Penyerahan bantuan tersebut juga disertai dengan pemberian dana jaminan sosial kepada penyandang cacat dan lanjut usia (lansia) sebanyak 564 orang. Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan pembagian gaji kepada imam masjid dan guru mengaji kepada 1.250 orang. Pemberian gaji ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Makassar.Pemkot Makassar juga memberikan bantuan dana ke masjid yang berada di Makassar sebanyak 102 mesjid, masing-masing sebesar Rp5 juta. Dengan pembagian dana tersebut membuat ruang pola Kantor Balaikota menjadi sesak.

Akibatnya, ruangan berkapasitas ratusan orang itu tak mampu menampung semua penerima dana bantuan tersebut. Para personil Satuan Polisi Pamong Praja Makassar akhirnya membatasi orang yang masuk. Dengan kondisi tersebut,akhirnya para imam masjid dan guru mengaji dibuatkan loket khusus yang berada di lantai I Menara Balaikota. (mulyadi abdillah)

Sumber: Seputar-Indonesia.Com