1.600 Anak Berkebutuhan Khusus Belum Peroleh Akses Pendidikan

20 Januari 2010 Berita Pendidikan


YOGYAKARTA-MI: Sebanyak 1.600 dari 5.600 anak berkebutuhan khusus atau diffable usia sekolah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum mendapatkan akses pendidikan.

"Banyaknya anak berkebutuhan khusus belum bisa mengakses pendidikan karena minimnya kepedulian instansi terkait serta terbatasnya pengetahuan orang tua," kata Program Manager Distarter Risk Reduction and Education Arbeiter Samariter Bund (ASB) Sae Kani di Yogyakarta,
Selasa (19/1).

Ia menjelaskan, pihaknya akan membuka akses pendidikan bagi para anak berkebutuhan khusus mulai tahun ini, terutama di Kabupaten Bantul. Program tersebut akan berlangsung hingga 20 bulan ke depan. Kegiatannya akan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

Kani kembali mengungkapkan, banyaknya anak berkebutuhan khusus usia sekolah yang tidak mendapat akses pendidikan juga karena salah satunya keberadaanya dianggap sama dengan tuna grahita. Padahal, ada beberapa kelompak anak berkebutuhan khusus, seperti anak autis, maupun kemampuan berpikir kurang.

"Tanpa mengetahui kelompok anak berkebutuhan khusus, akan sulit dicari penyelesaiannya. Anak berkebutuhan khusus harus diketahui dulu kekurangan fisiknya, baru kemudian disimpulkan apa saja yang diperlukan," katanya.

Untuk menyukseskan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus itu, upaya juga akan dibantu oleh tenaga guru pendamping khusus. Di Kabupaten Bantul sedikitnya sudah ada 70 guru pendamping khusus. (SO/OL-01)

Sumber: www.mediaindonesia.com